SHE

Dia

Dia adalah gejala musim panas

Ketika bunga-bunga bermekaran

Ketika awan menjadi putih bercahaya

Ketika itu aku hanya terdiam merasakan hangatnya cinta

Dia

Dia adalah bunga tidurku

Ketika aku bermimpi indah

Ketika aku bermimpi buruk

Ketika itu aku terbangun dan aku teringat dia

Dia

Dia adalah dunia di dalam dunia ku sendiri

Ketika aku merasa bahagia

Ketika aku merasa perih

Ketika itu aku tersadar bahwa semua perasaan ini adalah dia

Dia

Dia adalah segenggam janji dari Ibuku

Ketika aku masih berada di dalam kandungan nya

Ketika ia bisikkan kepadaku bahwa dunia itu indah

Ketika itu aku hanya tersenyum dan belum bisa membuka mata

  1. 9 Februari 2010 pada 01:49 | #1

    Wow…. bagus sekali. Kamu punya bakat nih jadi penyair:)

    Saya paling suka stansa yang terakhir……………

  2. 10 Februari 2010 pada 02:59 | #2

    haha..thx very much for ur appreciate.. :D
    saya emank dari kelas 2 SMP uda mulai suka nulis-nulis puisi dan cerpen atau bahkan cerita yang cukup panjang sampe 2 buku tulis panjang nya..
    ga tau bakat ini turun dari siapa soalnya papa dan mama saya ga da yang berjiwa seperti ini.. :D
    sebenarnya saya ingin sekali memanfaatkan bakat saya dan hobby saya ini untuk sebagai media pencari penghasilan tambahan..tapi saya bingung karna ga ada relasi yang berkaitan dengan bidang ini..jadi puisi-puisi dan tulisan-tulisan saya cuma berakhir di kertas-kertas dan paling di halaman blog saya aja..hehe..

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.