The Imaginarium of A Blind Man

Kemarin, aku masih bisa melihat cahaya matahari dan itu sangat indah
Kemarin, aku masih bisa membedakan mana itu siang dan mana itu malam
Namun, hari ini, hanya berjarak beberapa jam saja sejak kemarin, aku kehilangan satu anugerah ku dari Yang Maha Esa
Kedua mata ku, masih tetap terbuka, namun semua itu hampa
Tak ada lagi cahaya yang bisa keluar dan masuk dari mataku, menembus ke dalam jiwa ku dan masuk ke dalam impian ku
Sekarang aku hidup bersama kegelapan
Di setiap langkah ku, di setiap detak jantungku, hanya awan hitam yang bisa kulihat
Sekarang, sejauh apapun aku memandang, dan kemanapun aku berpaling, aku tidak menemukan apapun, kecuali kehampaan
Jika kemarin, satu hari dalam hidupku adalah dua puluh empat jam, kini bagi ku,
Satu hari seperti ribuan jam
Segala sesuatu akan terasa lambat jika kau melakukan nya sambil menutup mata
Satu hal yang paling bisa menyenangkan hati ku sekarang adalah
Saat malam telah datang, dan aku pun akan tertidur
Karna pada saat tertidur dan bermimpi lah, satu-satu nya kesempatan bagiku dalam satu hari yang penuh kegelapan itu
Aku bisa melihat lagi
Ya, di dalam mimpi ku tentu aku bisa melihat
Segala sesuatu yang indah
Seperti dulu
Semakin lama aku semakin terbiasa dengan kegelapan ini
Tak ada lagi ketakutan dalam hati ku
Tak ada lagi perasaan marah, karna memang ini lah yang terjadi
Aku mulai belajar bagaimana cara nya agar aku bisa melihat meskipun tidak di dalam mimpi
Aku belajar untuk memahami, bahwa tanpa penglihatan pun, aku akan tetap dapat hidup
Hingga suatu hari, setelah melewati usaha yang sangat keras
Aku berlari di tengah kegelapan itu
Aku berlari secepat mungkin
Hingga akhirnya, sesuatu terjadi
Aku berhasil menembus kegelapan itu
Merobek nya dan masuk kedalam nya
Di balik kegelapan itu
Aku melihat cahaya, terang seperti cahaya mentari
Aku bisa melihatnya
Aku juga bisa melihat segala sesuatu yang aku mau
Warna-warni bunga yang indah, awan biru, bulan yang hangat
Aku juga bisa melihat orang-orang yang dulu aku kenal
Orang tua ku, sahabat-sahabatku,
Di balik kegelapan itu, aku bisa melakukan apapun yang aku mau
Aku bisa pergi kemanapun dan mengajak siapapun
Semakin lama aku semakin nyaman dengan situasi ini
Kini aku bisa melihat segala sesuatu yang bahkan tak dapat aku lihat dulu, ketika mataku masih bisa melihat
Entah sudah berapa lama aku menerobos masuk ke dalam kegelapan itu
Aku selalu masuk lagi dan lagi, untuk melihat segala sesuatu yang indah, yang aku mau
Mungkin, aku adalah satu-satu nya orang buta yang bisa melihat di dunia ini
Hingga suatu saat, di tengah perjalanan ku di dalam kegelapan itu, aku bertemu dengan seorang lelaki
Ia tak pernah aku lihat sebelumnya
Baik di dunia nyata maupun di dunia gelap ku
Ia juga tak pernah ada di dalam benak ku sebelumnya
Lantas aku bertanya pada nya
“siapa kau? Mengapa kau bisa masuk ke dalam sini? Ini adalah dunia gelapku, dan hanya aku yang bisa masuk ke dalam sini, dan aku juga yang menentukan siapa-siapa saja yang boleh berada di sini, karna ini adalah dunia ku!”
Ia tersenyum dan menjawab
“jika benar yang engkau katakan itu, lalu mengapa kau inginkan aku berada di sini?”
Aku menjawab nya
“tidak, aku tidak tau siapa kau. Dan aku belum pernah melihat mu sebelumnya, jadi bagaimana bisa kau ada di dalam imajinasiku?”
Ia menjawab
“mungkin kita memang belum pernah bertemu, kau juga tidak mengenalku, tapi aku tahu siapa dirimu, dan aku tahu permasalahan mu. Apa kau kira hal ini adalah yang terbaik? Lari dari kenyataan dan terus bersembunyi di balik dunia gelap mu?”
Aku terheran-heran
“sebenarnya siapa kau? Mengapa kau bisa tahu segala sesuatu tentang diri ku?”
Ia menepuk pundak ku dan menjawab
“sesungguhnya, kau mengenalku. Kau hanya lupa karna kau sudah terbuai dengan imajinasi mu sendiri. Sebaiknya kembali lah ke kehidupan mu yang sebenarnya dan jalani lah sisa hidup mu dengan melakukan yang terbaik”
Kemudian ia menghilang dan tiba-tiba semua di sekelilingku berubah menjadi gelap
Semua kembali seperti semula
aku terhempas. aku merasa seperti menjadi orang buta untuk yang kedua kali nya dalam hidupku
aku marah sekali saat itu dan ku hempas kan tubuhku ke lantai
aku segera tutup mataku
ku coba lagi menerobos masuk menembus dunia gelapku
namun, seakan-akan dunia itu telah hilang untuk selamanya
tidak ada lagi jalan keluar untuk ku lari dari kegelapan ini
berkali-kali ku coba, namun tetap hanya kegelapan yang aku temukan
dan sampai hari ini, dunia cahaya itu, tidak pernah kembali
mungkin, untuk selamanya tak akan pernah kembali
namun satu hal yang paling menyakitkan adalah
setelah aku sadari sekarang, setelah semua yang telah terjadi
ternyata, kenyataan nya aku baru buta satu hari
dan perjalananku bersama kegelapan ini, masih akan sangat panjang

  1. 6 Agustus 2010 pada 10:26 | #1

    Memang betul begitu seringnya kita menutup mata dan tak mau melihat dan memilih berjalan didalam kegelapan. Tapi bersyukurlah gelap itu baru sehari saja dan sisa jalan hidup masih panjang. Masih banyak kesempatan untuk mecari terang.

    Very nice writing!

    ….”The real meaning of enlightenment is to gaze with undimmed eyes on all darkness……..” (Nikos Kazantzakis)

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.